Bahasa Pemrograman Java

Bahasa Pemrograman Java

Bahasa pemrograman yang satu ini, JavaScript adalah yang terpopuler untuk berbagai situs. Selain mudah dipelajari, JavaScript juga menjadi bahasa pemrograman yang paling inti dan pasti digunakan. Semua programmer pemula wajib mempelajarinya.


Pada awalnya, JavaScript dikembangkan pada tahun 1995 oleh seorang programmer bernama Brendan Eich. Pada saat itu, Eich bekerja untuk perusahaan Netscape Communications dan diberi tugas untuk membuat bahasa pemrograman yang dapat berjalan di browser Netscape Navigator.

Awalnya, bahasa pemrograman ini disebut Mocha, kemudian diubah namanya menjadi LiveScript, dan akhirnya diubah lagi menjadi JavaScript. Nama "JavaScript" sebenarnya adalah pilihan pemasaran, karena bahasa ini diluncurkan pada saat popularitas bahasa pemrograman Java sedang melambung. 

JavaScript awalnya digunakan untuk membuat efek-efek visual kecil pada halaman web dan validasi formulir. Namun, seiring berjalannya waktu, JavaScript telah berkembang menjadi bahasa pemrograman yang sangat kuat dan populer, digunakan untuk membuat aplikasi web berbasis browser, aplikasi mobile, game, dan bahkan untuk pengembangan back-end dengan bantuan framework, seperti React.js maupun Node.js. Saat ini, JavaScript adalah salah satu bahasa pemrograman paling populer di dunia, digunakan oleh jutaan pengembang di seluruh dunia. 

Sejarah Perkembangan 

Bahasa pemrograman Java terlahir dari The Green Project, yang berjalan selama 18 bulan, dari awal tahun 1991 hingga musim panas 1992. Proyek tersebut belum menggunakan versi yang dinamakan Oak. Proyek ini dimotori oleh Patrick Naughton, Mike Sheridan, dan James Gosling, beserta sembilan pemrogram lainnya dari Sun Microsystems. Salah satu hasil proyek ini adalah maskot Duke yang dibuat oleh Joe Palrang.


Pertemuan proyek berlangsung di sebuah gedung perkantoran Sand Hill Road di Menlo Park. Sekitar musim panas 1992 proyek ini ditutup dengan menghasilkan sebuah program Java Oak pertama, yang ditujukan sebagai pengendali sebuah peralatan dengan teknologi layar sentuh (touch screen), seperti pada PDA sekarang ini. Teknologi baru ini dinamai "*7" (Star Seven).


Setelah era Star Seven selesai, sebuah anak perusahaan TV kabel tertarik ditambah beberapa orang dari proyek The Green Project. Mereka memusatkan kegiatannya pada sebuah ruangan kantor di 100 Hamilton Avenue, Palo Alto.


Perusahaan baru ini bertambah maju: jumlah karyawan meningkat dalam waktu singkat dari 13 menjadi 70 orang. Pada rentang waktu ini juga ditetapkan pemakaian Internet sebagai medium yang menjembatani kerja dan ide di antara mereka. Pada awal tahun 1990-an, Internet masih merupakan rintisan, yang dipakai hanya di kalangan akademisi dan militer.


Mereka menjadikan peramban (browser) Mosaic sebagai landasan awal untuk membuat perambah Java pertama yang dinamai Web Runner, terinsipirasi dari film 1980-an, Blade Runner. Pada perkembangan rilis pertama, Web Runner berganti nama menjadi Hot Java.


Pada sekitar bulan Maret 1995, untuk pertama kali kode sumber Java versi 1.0a2 dibuka. Kesuksesan mereka diikuti dengan untuk pemberitaan pertama kali pada surat kabar San Jose Mercury News pada tanggal 23 Mei 1995.


Sayang terjadi perpecahan di antara mereka suatu hari pada pukul 04.00 di sebuah ruangan hotel Sheraton Palace. Tiga dari pimpinan utama proyek, Eric Schmidt dan George Paolini dari Sun Microsystems bersama Marc Andreessen, membentuk Netscape.


Nama Oak, diambil dari pohon oak yang tumbuh di depan jendela ruangan kerja "Bapak Java", James Gosling. Nama Oak ini tidak dipakai untuk versi release Java karena sebuah perangkat lunak lain sudah terdaftar dengan merek dagang tersebut, sehingga diambil nama penggantinya menjadi "Java". Nama ini diambil dari kopi murni yang digiling langsung dari biji (kopi tubruk) kesukaan Gosling. Konon kopi ini berasal dari Pulau Jawa. Jadi nama bahasa pemrograman Java tidak lain berasal dari kata Jawa (bahasa Inggris untuk Jawa adalah Java)..

Berikut ini adalah contoh bahasa JavaScript

1. Menulis JavaScript pada Tag <script>

Sebelum memulai, pastikan untuk menyiapkan teks editor seperti VScode dan sejenisnya. Ketik kode program sebagai berikut untuk menampilkan tulisan Hello World pada website. Kemudian buatlah file baru yang berekstensi .html pada teks editor.


<!DOCTYPE html>


<html>


<head>


<title>Hello World</title>


</head>


<body>


<script>


console.log(“Saya belajar JavaScript”);


document.write(“Hallo”);


</script>


</body>


</html>

Untuk membuka hasil dari kode di atas, kamu cukup double klik nama file maka akan tampil secara otomatis pada browser. Tampilan kode JavaScript adalah kalimat “Hello World”. Kemudian untuk kalimat “Saya belajar JavaScript” tidak muncul karena console.log() hanya menampilkan pesan dalam console Js saja.


Sedangkan untuk document.write() fungsinya yaitu untuk menulis ke dokumen HTML.


2. Menulis JavaScript pada File Eksternal

Kamu bisa menulis kode Js melalui file yang terpisah dengan HTML. Hal ini bertujuan agar kode Js tidak bercampur dengan kode HTML. Lalu bagaimana caranya?


Buatlah file berekstensi .js untuk mengisi kode JavaScript. Contohnya kamu membuat file eksternal yang bernama kode.js dan file_eksternal.html sebagai kode HTML-nya. Kemudian isikan file kode.js dengan syntax berikut ini:


document.write(“Kode JavaScript dari File Eksternal”);


Lalu isilah file bernama file_eksternal.html dengan kode berikut :


<!DOCTYPE html>


<html>


<head>


<meta charset="utf-8">


<title>Penulisan JavaScript</title>


</head>


<body>


   <script src="kode.js"></script>


</body>


</html>

Kode tersebut akan menghasilkan kalimat “Kode JavaScript dari File Eksternal” pada website. Pada file eksternal HTML tetap menggunakan tag <script> tetapi tidak berisi kode Js, melainkan menggunakan atribut src untuk kode Js dari file kode.js.


Hal penting lain yang harus kamu perhatikan yaitu setiap bagian tag <script> harus tetap kamu tutup dengan </script> walaupun tidak berisi kode Js. Jika kode Js berada pada folder yang berbeda dengan dokumen HTML, maka tulislah sesuai alamat path foldernya, sehingga kodenya sebagai berikut:


<script src="js/kode-script.js"></script>

3. Menulis JavaScript pada Atribut

Pada atribut, kode JavaScript adalah sebagai berikut:


<button onclick="alert('Ok Terima kasih!')">Klik donk!</button>

Kode tersebut membuat elemen <button> yang memiliki atribut onclick berisi kode Js, sehingga saat eksekusi, maka website akan menampilkan event klik pada elemen <button>.


4. Menulis JavaScript pada URL

Cara ini hampir tidak ada yang menggunakannya dalam pembuatan aplikasi. Namun tak ada salahnya jika kamu mencobanya untuk mengetahui bagaimana hasil akhirnya. Caranya yaitu pada URL kamu gunakan JavaScript lalu ikuti dengan kode Js yang ingin kamu eksekusi. 


JavaScript:alert("Nah! ini JavaScript")

Saat kamu eksekusi, maka akan menampilkan kalimat “Nah! Ini JavaScript”. Cara ini cukup mudah, hanya dengan satu baris kode saja kamu bisa menampilkan kalimat dalam website.

source: https://binus.ac.id/malang/2023/06/jenis-jenis-bahasa-pemrograman-dan-penjelasannya/

https://www.biznetgio.com/news/apa-itu-javascript

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Java

https://indocenter.co.id/tips-hosting/javascript-adalah/

Comments

Popular posts from this blog

Sosial Media

Cara Membongkar dan Memasang CPU

Bahasa Pemrograman Python